MAKALAH FAWATIH AS-SUWAR
MAKALAH FAWATIH
AS-SUWAR
Disusun
guna memenuhi tugas
Mata
Kuliah: Ulumul Qur’an
Dosen pengampu :
Dr. Tholkhatul Khoir,M.Ag.
Disusun Oleh :
1. M.Abdul
Manaf. Nim : 1802026034
2. Uswatun Hasanah. Nim : 1802026035
3. Zidan
Raikhan. Nim : 1802026036
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2018
I.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Al-quran adalah Mukjizat yang diberikan kepada nabi Muhamad
SAW melalui perantara malaikat Jibril secara berangsur-angsur.Al-quran adalah
pedoman hidup bagi manusia yang menghendaki kebahagiaan, baik di dunia
lebih-lebih di akhirat. Seluruh ajaran islam pada perinsipnya telah tertuang
dalam kitab suci ini. Isinya sangat universal, sesuai untuk segala zaman dan
makan. Namun demikian pemahaman terhadap isi yang dikandungnya tidaklah semudah
orang memahami isi bacaan kitab-kitab atau buku-buku lainnya. Oleh karena itu bagi yang ingin
memahaminya secara lebih mendalam sangat diharuskan memiliki metode-metode yang
relevan dan tepat untuk memahaminya itu. Sehingga pesan ilahi itu dapat dicerna
secara lebih baik dan dapat diamlkan dalam hidup dan kehidupan manusia.
Tujuan
pokok diturunnya al-quran adalah berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia dan
sebagai pembeda antar yang hak dan yang bathil, hal ini tentu saja sangat
penting artinya bagi manusia karena tujuan utama diturunknnya kitab suci
tersebut adalah untuk menuntun kehidupan manusia ke jalan yang benar yang
berujung pada tercapinya kebahagiaan dunia dan di akhirat.al-quran yang
berfungsi sangat vital bagi manusia itu penuh dengan pesan-pean dari allah maka
untuk memaham pesan al-quran tersebut diperlukan satu upaya yang disebut
tafsir.
B.
Rumusan Masalah
1.
Definisi
Dari
Fawatih As-Suwar?
2. Pendapat
Ulama Mengenai Makna Fawati As-Suwar?
Tujuan
1.
Untuk Mengetahui Definisi Fawatih
as-suwar
2. Untuk
Mengetahui Makna Fawatih as-suwar
3. Untuk Memenuhi tugas dosen.
II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
Fawati As-Suwar
Istilah "Fawatih"
adalah jamak dari kata "Fatih" yang secara lughawi berarti pembuka.
sedangkan " Suwar" adalah jamak dari kata " Surah" sebagai
sebutan dari sekumpulan ayat- ayat al-Quran yang diberi nama tertentu. jadi
"Fawatih Al-Suwar" berarti pembukaan- pembukaan surah, karena
posisinya berada di awal surah-surah dalam al-quran. di antara pembuka itu ada
yang berbentuk huruf terpisah (Al-Muqatha'at) kata, maupun kalimat. semua
bentuk ini memberi pesan tertentu yang hanya bisa di pahami oleh mereka yang
memahami tafsir al-quran.
Banyak Ulama
telah melakukan kajian mendalam tentang pembukaan surah- surah al-quran,
seperti ibnu abi al-asba yang menulis sebuah kitab tentang bab ini, yaitu kitab
Al- Khaqathir Al-Sawanih Fi Asrar Al-Fawatih. Ia mencoba menggambarkan tentang
beberapa kategori dari pembukaan-pembukaan surah yang ada di dalam surah yang
ada di dalam al-quran.pembagian karakter pembukaannya adalah sebagai berikut :
1. Pujian terhadap Allah SWT. yang
dinisbahkan kepada sifat-sifat kesempurnaan tuhan.
2. Dengan menggunakan huruf-huruf hijaiyah, yang
terdapat dalam 29 surah.
3. Dengan menggunakan kata seru (Ahrufun Nida) yang
terdapat dalam sepuluh surah.
4. Kalimat Berita (Jumlah Khabariyah) yang terdapat
dalam 23 surah.
5. Dalam Bentuk Sumpah (Al-Qasam) yang terdapat
dalam 15 surah[1]
Menurut
Baddrudin Muhammad Al-Zarkasyi (al-burhan fi 'ulumul al quran cs rom makthabah
syamilah, juz 1: 164) allah swt telah memberikan pembukaan terhadap kitabnya
dengan sepuluh macam bentuk dan tidak ada satu surah pun yang keluar dari
sepuluh macam pembukaan itu.pernyataan ini di kuatkan oleh Al-Qasthalani Falam penjelasan
di bawah ini[2]
1. Pembukaan Dengan pujian kepada allah (Al-istiftah
bi Al-tsana).
pujian kepada
allah ada 2 macam:
a. Menetapkan sifat-sifat terpuji
dengan menggunakan hamdalah yakni di buka dengan الحمد لله yang terdapat pada 5
surah, yaitu Al-Fatihah, Al- An'am,Al-Kahfi,Saba, dan fathir. menggunakan lafal
تبا ر كyang terdapat dalam 2
surah, yaitu Al-Furqan dan Al- Mulk.
b. Mensucikan Allah dari
sifat-sifat negatif dengan menggunakan lafal tasbih yang terdapat pada 7 surah,
yaitu Al-Isra' ,Al A'la, Al Hadid, Al Hasyr, Al Shaff, Al Jum'ah , Al-Taghabun.[3]
2. Pembukaan Dengan huruf-huruf
yang terputus-putus ( Al-Ahruf Al-Muqatha'ah).
Pembukaan dengan
huruf-huruf terdapat dalam 29 surah dengan memakai 14 huruf tanpa diulang,
yakni
ا ح ر س ص ط ع ق ك ل م ن ه ي
penggunaan surah-surah tersebut
dalam pembukuan surah-surah al-Quran disusun dalam 14 rangkaian, yang terdiri
atas kelompok berikut ini.
a. Kelompok Sederhana, yakni
pembukaan yang hanya satu huruf, terdapat pada 3 surah, yakni ص (surah shad),ق (
surah qaf), dan ن
(surah al-qalam).
b. Kelompok yang terdiri atas dua
huruf, terdapat pada 9 surah, yakni حم ( surah al- mu'min, al-sajdah, al-
zukhruf, al-dukhan, al- jatsiyah, dan al-ahqaf) طه(surah
taha), طس(surah
al-naml) يس(surah
yasin).
c. Kelompok yang terdiri atas tiga
huruf, terdapat pada 13 surah, yakniالم (surah al-baqarah, ali imran,al-rum,luqman,
dan sajdah) الر
(surah yunus, hud,ibrahim,yusuf,dan al-hijr) dan طسم (;surah al qashah dan al syu'ara).
d. Kelompok yang terdiri atas 4
huruf, terdapat pada 2 surah, yakni الر (surah al- ra'd) dan المص (surah ala'raf).
e. Kelompok yang terdiri atas 5
huruf, terdapat pada 2 surah, yakni كهيعص(
surah maryam) حم عسق(surah alsyura).
3. Pembukaan Dengan Panggilan (
Al-Istiftah Bi Al-Nida )
nida ini ada
tiga macam, terdapat pada 9 surah, yakni sebagai berikut.
a. Nida untuk nabi dengan term يا ا يها النبي pada surah Al-Ahzab, Al- Tahrim Dan Al- Thalaq.
b. Nida untuk
nabi dengan term يا
ايها المزمل pada surah Al- Muzammil.
c. Nida untuk
nabi dengan term يا
ايها المشر pada surah Al- Mudatstsir.
d. Nida untuk orang- orang beriman
dengan term يا ايها الذ
ين لمنوا pada
surah Al-Maidah, Al Hujurat, dan Al- Mumtahanah.
e. Nida untuk orang- orang secara umum dengan
term يا غيها
النا س pada surah Al-Nisa dan
Al-Hajj.
4. Pembukaan Dengan Kalimat Berita(
Al-Istiftah Bi Al-Jumlah Al- Khabariyah).
kalimat berita ( Al-Jumlah Al- Khabariyah) dalam pembukaab surah ada 2 macam
yaitu:
a. Kalimat
Nomina( Al- Jumlah Al- Ismiyah)
Kalimat ini terdapat pada 11 surah,
Yaitu Surah Al- Taubah, Al- Nur, Al- Zumar, Muhammad, Al- Fath, Al-Rahman, Al-
Haqqah, Nuh, Alqadr, Alqari'ah, Dan Al-Kautsar.
b.Kalimat.
Verba( Al-Jumlah Al-Fi'liyah)
Kalimat ini terdapat pada 12 surah,
yaitu Al- Anfal, Al-Nahl, Al-Qamar,
Al- Mu' Min, Al-Anbiya, Ak-Mujadalah, Al-Ma'aij, Al-Qiyamah,Al-Balad, 'Abasa,
Al-Bayinah, Al-Takatsur.
5. Pembukaan Dengan sumpah ( Al
Istifyah Bi Al-Qasam )
Sumpah yang
digunakan dalam pembukaan surah- surah al-quran ada 3 macam dan terdapat dalam
15 surah. pembahasannya akan dibicarakan pada bagian tersendiri.
6. Pembukaan Dengan Syarat (
Al-Istiftah Bil- Syarth)
syarat-syarat
yang digunakan dalam pembukaan surah- surah al- quran ada 2 macam dan digunakan
7.Pembukaan Dengan kata Perintah (
Al- Istiftah Bi Al-Amr).
Bedasarkan
penelitian para ahli, ada sekitar 6 kata
kerja perintah yang menjadi pembukaan surah-surah al-quran yait pada surah Al-Alaq
, Jin, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, Dan Al-Nas.[4]
8. Pembukaan Dengan pertanyaan (Al-Istiftah
Bi Al-Istifham)
bentuk
pertanyaan ini ada dua macam, yaitu:
a. Pertanyaan Positif, yaitu
pertanyaan dengan menggunakan kalimat positif. pertanyaan dalam bentuk ini
digunakan pada 4 surah, yaitu surah Al-Dahr, Al-Naba, Al-Ghasiyah, Dan
Al-Ma'un.
b. Pertanyaan Negatif, yaitu
pertanyaan dengan menggunakan kalimat negatif, yang hanya terdapat pada dua
surah, yaitu surah Al- Insyirah Dan Al-Fil.
9. Pembukaan Dengan Doa ( Al
Istiftah Bi Al-Du'a)
pembukaan dengan
doa ini terdapat pada 3 surah yaitu surah Al- Muthaffifin, Al-Humazah, dan Al-Lahab.
10. Pembukaan Dengan alasan (Al-
Istiftah B Al-Ta'lil)
Pembukaan dengan alasan ini hanya
terdapat dalam quraisy.
Selanjutnya As
Suyuthiy mengatakan : pembukaan dengan doa dapat saja di masukkan ke dalam
pembagian al-khabar begitu juga pembukaan dengan pujian seluruhnya dapat
dimasukkan ke dalam jenis al-khabar kecuali surah al-a'la dapat dimasukan
kedalam a-amr dan ayat yang didahului dengan subhana dapat mengandung Al-Amr dan
Al-Khabar[5]
B. Pedapat
Ulama Tentang Makna Fawatih As-Suwari
Fawatih
As-Suwari ( pembuka-pembuka surah) ada 29 macam, yang terdiri tiga belas bentuk.
adapun huruf yang paling banyak digunakan secara berurutan ialah: ا،ل،م،ه( diringankan) ر،س،ط،ه (diberatkan),
ya,ain,qaf,nun. huruf-huruf awalan yang tidak disebut semuanya berjumlah empat
belas. itu berarti sebagian jumlah huruf hijaiyah(alfabet)
Fawatih
As-Suawari ini menjadi bukti. an huruf-huruf yang mereka kenal. ini merupakan
teguran keras bagi mereka dan sekaligus membuktikan ketidakmampuan mereka
membuat semisal al-quran.
Kajian tentang
fawatih as-suwari telah dikembangkan oleh para ahli tafsir terdahulu semisal
zamakhsyari. kemudian diikuti oleh baidhawi.demikian pula ibnu taimiyyah dan
muridnya bernama al-hafidz al-mizi[6].
Apabila
kita mengklasifikasikan huruf-huruf yang terdapat dalam fawatih as-suwari, maka
kita akan dapati:
a. Golongan huruf-huruf Halq ( yang suaranya keluar dari kerongkongan)
b. Golongan huruf-huruf Mahmusah(
yang suaranya seperti bisikan).
c.
Golongan huruf-huruf Mahjurah (yang suara dikeraskan) ialah hamzah, miim, lam,
ain, thaa,qhaf,ya,nun.
d. Golongan huruf Syafahi (suaranya di bibir) ialah mim.
e. Golongan huruf Qalqalah (suaranya bergerak apabila dimatikan) ialah qaf
dan tha.
Para Ulama Salaf dalam menyikapi ayat-ayat mutasyabihat
yang terletak pada awal surah berpendapat bahwa ayat-ayat tersebut telah
tersusun sejak azali sedemikian rupa, melengkapi segala yang melemahkan manusia
dari mendatangkan yang seperti al-quran. karena kehati-hatiannya , mereka tidak
berani memberi penafsiran dan tidak berani mengeluarkan pendapat yang tegas
terhadap huruf-huruf itu. dan mereka berkeyakinan bahwa
allah sendiri yang mengetahui tafsirnya. hal ini menjadi suatu kewajiban yang
berlaku bagi ulama salaf karena mereka dalam hal teologi pun menolak terjun
dalam pembahasan tentang hal-hal yang suci seperti ungkapannya, " istiwa
Allah adalah cukup diketahui, hal ini harus kita percayai, mempersoalkan hal itu
adalah bid'ah.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Asy-Sya' bi yang
dikutip oleh Subhi Solih menyatakan: " huruf awalan itu adalah rahasia
Al-quran .
Hal ini
diperjelas dengan perkataan ali bin abi thalib:
ان لكل كتاب صفوةوصفوة هذا الكتاب حروف التهج
"Sesungguhnya bagi tiap-tiap
kitab ada saripatinya. saripati Al-quran ini ialah huruf-huruf hijaiyah"
Abu Bakar
Ash-Shidiq pernah berkata:
في كل كتاب سروسره في القران اواءل السور
"Di tiap-tiap kitab ada
rahasianya. Rahasia dalam Al-quran ialah permulaan-permulaan surah."
Ahli-ahli hadis menukilkan dari Ibnu Mas'ud dan empat Khulafaur Rasyidin
(Abu Bakar,Umar, Usman, dan Ali) mereka berpendapat : " Huruf-huruf awalan
yang sesungguhnya adalah ilmu yang tertutup dan mengandung rahasia yang
terselubung yang dikhususkan Allah."[7]
Kajian-kajian tentang
Al-quran telah berkembang sejalan dengan munculnya ilmu-ilmu tafsir dan atau
Ulumul Al-quran, yang disponsori oleh para mufassir, sehingga corak penafsiran
sebuah ayat bole jadi akan berbeda satu dengan yang lain. Hal ni. menunjukkan
bahwa jika digali di ayat-ayat Al-quran itu secara lebih mendalam, maka akan
semakin hiduplah Al-quran itu. Untuk lebih jelasnya dari apa yang telah dikemukakan
di atas , kita akan melihat pendapat atau penafsiran para mufassir tentang
fawatih as-suwari, diantaranya adalah:
1.Mufassir
dari kalangan tasawuf
Ulama tasawuf berpendapat bahwa fawatih as-suwari, adalah huruf-huruf
yang terpotong-potong yang masing-masing diambil dari nama Allah, atau yang
tiap-tiap hurufnya merupakan pengganti dari suatu kalimat yang berhubungan
dengan yang sesudahnya, huruf itu dimulai dengan huruf-huruf yang
terpotong-potong itu.
Misalnya apa yang dikemukakan oleh ibnu abbas(w.65H) mengenai makna
kaaf,yaa,'ain,shaad, huruf ك berasal dari kata karim(
maha penyantun), huruf haa هاberasal dari kata
hadin (maha penuntun) , yaa ي berasal dari kata
hakim, ain عberasal dari kata aliiim (Maha
mengetahui) dan dan shaad ص berasal
dari kata shaadiq ( tidak berdusta ). mengenai tiga huruf awal alif laam raa,
Ibnu Abbas mentakwilkannya dengan anallahu araa( aku allah mengetahui).Empat
huruf awalan alif laam miim shaad ditakwilkan انا ا
لله افصل aku adalah allah yang
memutuskan ). selain itu ada juga orang mentakwilkan tiga huruf awalan thaa
siin miim dengan thursina wa Musa ( Bukit Thurisina dan Musa), karena dua buah
surah yang masng- masing di awali dengan tiga huruf tersebut mengetengahkan
kisah Nabi yang menerima Taurat ( Musa ) di Bukit Thurisina.
2. Mufassir Orientalis
Pendapat Yang paling jauh menyimpang dari kebenaran adalah dari seorang
orientalis yang bernama Noldeke, yang kemudian dikoreksi, bahwa awalan surah
itu tidak lain adalah huruf depan dan huruf belakang dari nama-nama para
sahabat Nabi. Misalnya huruf sib adalah nama Sa'ad bin Qbi Waqash, mim adalah
huruf depan dari nama al-Mughirah , huruf nun adalah huruf akhir dari nama
Usman Bin Affan, dan lain-lain.
3.
Al-Khuwaibi
Al-Khuwaibi mengatakan bahwa kalimat-kalimat itu merupakan tasbih bagi
Nabi. Mungkin ada suatu waktu Nabi berada dalam sibuk dan lain sebagainya.[8]
4. Rasyid
Ridha
Ungkapan Rasyid Ridha, sedikit berbeda dengan apa yang dikemukakan
al-Khuwaibi. Rasyid Ridha berpendapat bahwa tanbih yang dimaksud di atas adalah
dihadapkan kepada orang-orang musyrik di Mekah, kemudian kepada Ahli Kitab di
Madinah.
5. Mufassir
dari kalangan Syi'ah
Kelompok Syi'ah berpendapat bahwa jika huruf-huruf awalan itu di
kumpulkan setelah di hapus ulang- ulangannya maka akan berarti حق على علي صراط
"jalan ali adalah kebenaran yang kita pegang teguh"
pentakwilan itu kemudian dijawab oleh kelompok Ahlu Sunah, dan jawabannya
berdasarkqn pengertian yang mereka peroleh dari huruf- huruf awalan itu yang
juga dihapus ulang-ulangannya, dengan mengatakan "benarlah jalanmu bersama
kaum Ahlu Dunah"
Dari pendapat para ahli tentang fawatih as-suwari, dapat dilihat bahwa
pentakwilan sebuah ayat sangat banyak macamnya. hal ini boleh jadi di dasari
oleh pendidikan dan ilmu-ilmu yang dimilikinya serta kecendrungan merka
mengkaji al-Quran secara lebih luas. pada prinsipnya tidak menutup kemungkinan
bagi merka, mufassir, untuk melahirkan sebuah tafsir yang dilandaskan dengan
ilmu yang mendukung dan memadai bagi seorang mufassir.[9]
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Fawatih
Al-Suwar berarti pembukaan- pembukaan surah, karena posisinya berada di awal
surah-surah dalam al-quran.
pembagian
karakter pembukaannya adalah sebagai berikut :
1.
Pujian terhadap Allah SWT. yang dinisbahkan kepada sifat-sifat kesempurnaan
tuhan.
2.
Dengan menggunakan huruf-huruf hijaiyah, yang terdapat dalam 29 surah.
3.
Dengan menggunakan kata seru (Ahrufun Nida) yang terdapat dalam sepuluh surah.
4.
Kalimat Berita (Jumlah Khabariyah) yang terdapat dalam 23 surah.
5.
Dalam Bentuk Sumpah (Al-Qasam) yang terdapat dalam 15 surah.
sepuluh
macam pembukaan itu.pernyataan ini di kuatkan oleh Al-Qasthalani Falam
penjelasan di bawah ini
1. Pembukaan
dengan pujian kepada allah (Al-istiftah bi Al-tsana).
2. Pembukaan
dengan Huruf-Huruf Yang Terputus-Putus ( Al-Ahruf Al-Muqatha'ah).
3. Pembukaan
dengan Panggilan ( Al-Istiftah Bi Al-Nida )
4. Pembukaan
dengan Kalimat Berita( Al-Istiftah Bi Al-Jumlah Al- Khabariyah
5. Pembukaan
dengan sumpah ( Al Istifyah Bi Al-Qasam)
6. Pembukaan
dengan Syarat ( Al-Istiftah Bil- Syarth)
7. Pembukaan
dengan pertanyaan (Al-Istiftah Bi Al-Istifham)
8. Pembukaan
dengan pertanyaan (Al-Istiftah Bi Al-Istifham)
9. Pembukaan
dengan Doa ( Al Istiftah Bi Al-Du'a)
10. Pembukaan
dengan alasan (Al- Istiftah B Al-Ta'lil)
B.
Penutup
Demikian makalah yang bisa kami uraikan pasti banyak kekurangan dari
segi penulisan dan redaksi yang dikutip. Kami berharap makalah ini dapat
menambah pengetahuan pembaca. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami
butuhkan untuk memperbaiki kinerja kedepan. karena kesempurnaan hanya milik Allah
sedangkan kekhilafan datangnya dari kami.Terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Chirzin, Al-Quran Dan Ulumul Quran ,1998
Lihat
Supiana Dan Karman, Ulumul Quran, 2002:127
Drs. Abu Anwar , M.Ag. Ulumul Quran Bandung :
Amzah.2009.
Acep
Hermawan,M.Ag,Ulumul Quran,(Bandung : Roesdakarya,2011)
[2]
Lihat Supiana Dan Karman, Ulumul Quran, 2002.Hlm 127.
[3] Acep
Hermawan,M.Ag,Ulumul Quran,(Bandung : Roesdakarya,2011),hlm.102
[4] Acep
Hermawan,M.Ag,Ulumul Quran,(Bandung : Roesdakarya,2011),hlm.104
[5] al- suyuthiy, al- itqan fi ulum
alquran 11/tt:106)
[6]
Drs. Abu Anwar , M.Ag. Ulumul Quran Bandung : Amzah.2009. hlm 91
[7]Drs.
Abu Anwar , M.Ag. Ulumul Quran Bandung : Amzah.2009. hlm 92
[8] Drs.Abu
anwar,M.Ag. Ulumul Quran (Bandung : Amzah, 2009),hlm.94
[9]
Drs.Abu anwar,M.Ag. Ulumul Quran (Bandung : Amzah, 2009),hlm.95

Comments
Post a Comment