Makalah Tarikh Tasyr'i imam malik
TASYRI’ MASA IMAM MADZHAB
(
IMAM MALIKI )
Penulis : Dr.Jaih Mubarok
Pengantar : Pof.Dr. Juhaya S. Praja
Judul buku : sejarah dan perkembangan
hukum islam
Mata Kuliah : Tarikh Tasyri’
Dosen pengampu : Moh Khasan
Disusun
Oleh :
Uswatun Hasanah 1802026035
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2019
- Kelahiran Imam Malik (93-179 H)
Malikiah
adalah aliran hukum islam yang didirikan oleh imam malik yang nama lengkapnya
malik ibn anas ibn abi ‘amar al-ashbahi. Ia dilahirkan di madinah pada tahun 93
H. tidak dengan abu hanifah , beliau
juga termasuk ulama dua zaman. Ia lahir pada zaman Bani Umayyah tepatnyapada
zaman pemerintahan al-Walid Abd al-Malik (setelah Umar ibn Abd al-Azis) dan
meninggal pada zaman Bani Abbas, tepatnya padazaman Harun al-Rasyid (wafat
tahun 179 H). ia sempat merasakan masa pemerintahan Umayyah selama 40 tahun dan
masa pemerintahan Bani Abbas selama 46 tahun.
Imam
malik menyaksikan berbagai pemberontakan rakyat dan kezaliman penguasa waktu
itu. Ia tidak memihak kepada pemberontak dan tidak pula kepada pemerintah. Ia
memilih tidak berpihak kepada pemberontak karena, menurutnyakeadaan tidak dapat
diperbaiki dengan pemberontakan. Sedangkan ketidak berpihaknya kepada
pemerintah muncul setelah ia menyaksikan pemerintah sering melakukan penidasan
terhadap lawan politiknya sepertiterhadap keturunan Ali bin Abi thalib ketika
menyikapi pemberontakan, imam malik pernah berkata “ apabila seorang kepala
Negara mampu berlaku adil dan masyarakat senang menerimanya. Jika ia tidak
berlaku adil, rakyat harus bersabar dan memperbaikinya. Apabila ada yang
memberontak karena ketidakadilannya, kita tidak boleh membantu pemerintah
menindas pemberontak.
- Guru dan murid imam malik
Guru-guru
imam malik adalah ‘Abd al-Rahman ibn Hurmuz, Nafi’ Maula ibn umar dan Ibnu
Syihab al-Zuhri. Sedangkan gurunya dalam bidang hukum islam adalah Rabi’ah ibn
‘Abd al-Rahman atau dikenal dengan Rabi’ah al-Ra’y. ibnu Syihab al-Zuhri adalah
seorang ahli fikih dan ahli hadis. Pada zamannya dialah ulama yang paling
mengetahui sunah. Dalam al-Muwattha’ imam malik meriwayatkan 132 hadis dari
Ibnu Syihab sedangkan dari Nafi’ Maula ibn Umar yang terkenal sebagai ahli
hadis, imam malik meriwayatkan 80 hadis. Kalau abu hanifah dikenal sebagai
pelanjut ahl al-ra’y maka imam malik dipandang sebagai pelanjut ahl al-hadis.
- Cara Ijtihad Imam Malik
Berikut langkah-langkah ijtihad Imam Malik,
sebagaimana diringkas oleh Thaha Jabir Fayadl al-Ulwani
1. Mengambil
dari Al-Qur’an.
2. Menggunakan
zhahir al-Qur’an yaitu lafad yang umum.
3. Menggunakan
“ dalil” Al-Qur’an yaitu mafhum al-muwafaqah.
4. Menggunakan
“mafhum” Al-Qur’an yaitu mafhum mukhalafah.
5. Menggunakan”tanbih”
Al-Qur’an yaitu memperhatikan illat.
Dalam
aliran maliki lima langkah diatas disebut sebagai Ushul khamsah.
Langkah-langkah berikutnya adalah ijmak, qiyas, amal penduduk madinah,
istihsan, sadd al-dzara’I, al-mashalih al-mursalah, qaul al-shahabi, mura’at
al-khilaf, al-istishab dan syar’ man qablana.
Sementara
itu, Abi Ishaq Ibrahim ibn Musa al-Lakhmi al-gharanathi aal-syathibi salah satu
penerus aliran maliki menjelaskan bahwa dalil hukum bagi malikiah adalah
Al-Qur’an ,Al-Sunah, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas.
- Ijma’ ulama Madinah
Salah
dalil hukum yang sering digunakan oleh imam malik adalah ijma ulama madinah.
Sebagaimana dikatakan oleh Mushthfa Daib al-Bu’a. imam malik lebih mengutamakan
ijmak dan amal ulama madinah daripada qiyas, khabar ahad, dan qaul sahabat.
Dibawah ini akan dijelaskan mengenai pendapat imam malik yang alasannya di
dasarkan pada ijmak dan amal ulama madinah.
1. Kesucian
Mustahadlah.
Menurut
imam malik perempuan yang mengalami istihadlah
( keluar darah dari kelamin selain darah haid dan nifas) diwajibkan satu
kali mandi, kesuciannya setelah itu cukup dengan berwudhu hujah yang ia gunakan
adalah amal ulama madinah. Dalam kitab Muwattha’ imam malik meriwayatkan dari
Hisyam ibn Urwah dari bapaknya.” Tidak (ada kewajiban) bagi mustahadlah kecuali
mandi satu kali selain itu ia berwudhu setiap kali shalat.
2. Berjimak
dengan permpuan mustahadlah
Laki-laki
diharamkan berjimak dengan istrinya yang sedang haid dan nifas. Imam Abu
hanifah, Malik dan al-Syafi’I sepakat bahwa laki-laki boleh berjimak dengan
istrinya
3. Qamat
shalat
Ulama
sepakat bahwa azan shalat dilakukan dua kali-dua kali tetapi mereka berbeda
pendapat tentang jumlah qamat salat. Menurut imam malik qamat shalat dilakukan satu kali-satu kali.
Dalam al-Muwattha’ dia mengatakan bahwa qamat shalat tidak dua kali-dua kali.
Hujahnya adalah ijma ulama Madinah.
Seperti
tertera dalam al-Muwattha’ ketika ditanya tentang azan dan qamat salat yang
dilakukan dua kali-dua kali imam malik menjawab : “ tidak sampai kepadaku
tentang (dalil) azan dan qamat salat,aku
hanya mendapatkannya dari amal manusia. Qamat shalat dilakukan satu kali-satu
kali. Itulah yang senantiasa dilakukan oleh ulama di negeri kami.
4. Bacaan
shalat di belakang iamam
Menurut
imam malik dalam shalat berjamaah makmum disunahkan membaca bacaan shalat
ketika bacaan shalat imam tidak terdengar jelas dan meninggalkan bacaan shalat ketika
bacaan shalat imam terdengar. Menurut Ibnu rusyd, imam malik memandang sebagai
istihsan bagi makmum untuk membaca bacaan shalat ketika bacaan shalat imam
dilakukan dengan sir. Hujah Imam mlik adalah amal ulama madinah dalam
al-Muwattha’ dikatakan bahwa yahya mendengar imam malik berkata,” bagi saya,
makmum membaca bacaan shalat ketika bacaan shalat imam tidak terdengar dan
meninggalkan bacaan shalat imam terdengar.
5. Takbir
Zawaid dalam shalat hari raya.
Imam
malik berpendapat bahwa takbir zawa’id
dalam shalat hri raya idul fitri dan idul adha adalah 6 kali takbir. Selain
takbiratulihram pada rakaat pertama, sedangkan takbir pada rakaat kedua adalah
5 kali takbir, selain takbir bangkit dan sujud. Adapun hujah imam malik adalah
hadis yang diriwayatkan oleh abu hurairah dan amal ulama madinah.
6. Jumlah
rakaat minimal dalam shalat witir.
Menurut
imam malik jumlah rakaat shalat witir yang paling sedikit adalah 3 rakaat.
Hujahnya adalah amal ulama madinah. Dalam al-Muwattha’ dikataka bahwa Abd Allh
ibn Umar shalat witir dengan dua kali salam ( salam pertama dilakukan pada dua
rakaat pertama dan salam kedua di akhir rakaat ketiga) malik meriwayatkan dari
ibnu syihab bahwa Sa’d ibn Abi Waqash shalat witir satu rakaat. Malik kemudian
berkomentar, “ hal ini( shalat witir satu rakaat) bukanlah amal ulama madinah.
7. Shalat
musafir.
Orang
yang melakukan perjalanan dibolehkan melakukan shalat qashar dan atau shalat
jama’ apapbila seseorang mendapatkan waktu shalat dalam perjalanan kemudian
mengakhiri kewajiban shalatnya. Tetapi sebelum melaksanakan kewajiban shalat
tersebut ia ( musafir) telah sampai di rumahnya ( sehingga ia berkedudukan
sebagai muqim bukanlah musafir lagi) menurut imam malik orang tersebut
diharuskan melakukan shalat sebagai musafir.
8. Bacaan
shalat jenazah
Dalam
shalat jenazah terdapat 4 kali takbir. Setelah masing-masing takbir terdapat
bacaan yang dianjurkan dibaca oleh orang yang melakukan shalat.
9. Sujud
tilawah
Imam
malik berpendapat bahwa tempat bacaan dalam al-Qur’an yang pembaca dan yang
mendengar dianjurkan sujud terdapat 11 ayat. Ayat-ayat sajdah yang pembaca dan
yang mendengarnya tidak dianjurkan untuk sujud adalah dalam surat al-Hajj,
al-Najm, al-Insyiqaq, dan al-Alaq,
10. Nisab
zakat emas
Hujah
imam malik adalah amal ulama madinah. Dalam kitab Muwattha’ imam malik
berkata,” al-sunah yang tidak ada
ikhtilaf tentang nisab zakat emas di negeri kami adalah 20 dinar.
11. Zakat
harta milik yang mempuyai utang
Seseorang
yang memiliki harta yang sudah mencapai nisab wajib zakat, tetapi ia mempuyai
utang. Imam malik berkata,” apabila yang bersangkutan memiliki harta untuk
membayar utangnya, dan ia mempuyai harta lain yang terkena wajib zakat, maka ia
wajib menzakati harta tersebut. Apabila yang bersangkutan tidak mempuyai harta
benda dan uang kecuali hanya untuk membayar utangnya, atau ia memiliki harta
lebih dan utangnya tetapi tidak sampai nishab, maka ia tidak wajib zakat.
- Pendapat imam malik
Imam malik adalah pendiri mazhab maliki,
disamping memiliki cara ijtihad tersendiri. Ia juga memiliki pendapat yang
mandiri berikut ini di antara pendapat beliau.
1.

Comments
Post a Comment