EJAAN YANG DI SEMPURNAKAN DALAM KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA


                                                           EJAAN YANG DI  SEMPURNAKAN

Ejaan adl  lambang bunyi ujaran
Meliputi: penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.
Ejaan yang disempurnakan adl: keseluruhan peraturan bgmn melambangkan bhs Indonesia, baik dlm bidang bunyi ujaran, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca
EYD di resmikan penggunaannya pd tgl 16 agustus 1972. Oleh putusan presiden lewat  departemen  P dan K.       
                                                        KAIDAH PENULISAN EYD
1.        PENULISAN HURUF KAPITAL
a.       Dipakai sbg huruf pertama awal kalimat
b.      Dipakai sbg huruf pertama kalimat langsung
c.       Dipakai sbg huruf pertama dlm ungkapan yg berhubungan dg kitab suci, nama Tuhan
d.      Dipakai sbg huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan yg diikuti nama org
(Haji Abdul Kadir , Imam Hanafi , Nabi Ismail , Sultan Ageng Tirtayasa)
e.      Dipakai sbg huruf pertama nama jabatan dan pangkat yg diikuti nama orang.
  (Presiden Suharto , Profesor Muslih Sabir)
f.        Dipakai sbg huruf pertama nama orang
g.       Dipakai sbg huruf pertama nama bangsa , suku , dan bahasa(suku Asmat-bangsa Belanda-bahasa Indonesia)
h.      Dipakai sbg huruf pertama penulisan nama hari, bulan , tahun,dan peristiwa sejarah.             ~ Tahun Masehi berlaku berdasarkan perhitungan matahari, sdgkan thn Hijriyah berdasarkan peredaran bulan
i.         Dipakai utk menyebut nama2 letak geografis                                                                                                  ~ Pernahkah kalian mendengar Air Terjun Niagara                                                                                                                    ~ Setiap musim hujan , Sungai Ciliwung selalu banjir
~ Minggu depan saya akan berwisata ke Kali Brantas
j.        Dipakai sbg nama resmi badan, lembaga pemerintahan, dan ketatanegaraan serta nama      dokumen resmi
·         Saya akan pergi ke kantor Departemen Tenaga Kerja
·         Dewan Perwakilan Rakyat mengadakan rapat dengar pendapat
·         Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dll
k.       Dipakai sbg huruf pertama utk nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan. Kecuali di, ke, dari, yang (jika tdk terletak pada posisi awal)
·         Bahasa Indonesia Untuk Sekolah Menengah Pertama
·         Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
l.         Dipakai dalam singkatan nama, gelar, dan sapaan (S.H. – M.A. – Ir. – Ny. – Nn. – Dr.- Tn.)
m.    Dipakai sbg penulisan penunjuk hubungan kekerabatan spt : Bapak , Ibu, Adik , Saudara, Kakak, Paman.  

               

2.       PENULISAN HURUF MIRING / italic
a.       Menulis nama buku, majalah, dan surat kabar yg dikutip dlm karangan
·         Surat kabar Jawa Pos
·         Sutasoma karangan Mpu Tantular
·         Majalah Olah raga dan Kesehatan

b.      Utk menegaskan / mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata
·         Pasal itu tidak memuat ketentuan hukum
·         Buatlah kalimat dengan menggunakan kata berkacak pinggang

c.       Menuliskan kata2 nama ilmiah, atau ungkapan asing yg telah disesuaikan ejaannya
·         Penggunaan kata training centre sebaiknya diganti dg nama pemusatan latihan
·         Ora Et Labora artinya bekerja sambil berdoa

3.       PENULISAN KATA
a.       Kata dasar
Kata yg berupa kata dasar ditulis sbg satu satuan
·         Adik sedang makan nasi
·         Aku sangat gembira jika bapak sudah minum obat

b.      Kata turunan
-          Imbuhan (awalan , sisipan, akhiran) ditulis serangkai dg kata dasarnya
-          Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata yg mendpt awalan dan akhiran , juga ditulis serangkai (mempertanggungjawabkan , melipatgandakan, diberitahukan dll)
-          Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dlm kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai (pancasila – swadaya – prasangka – tunanetra – purnawirawan – dasawarsa – mahasiswa – poligami – pascasarjana dll )
-          Awalan atau akhiran ditulis serangkai dg kata yg langsung mengikuti atau mendahuluinya kalau bentuk dasarnya berupa gabungan kata(bertanggung jawab – dilipat dua – persegi panjang – mata pelajaran )

c.       Kata ulang
Bentuk kata ulang ditulis lengkap dg menggunakan kata penghubung ( anak-anak , undang-undang , sia-sia , terus-menerus , tukar-menukar dll )

d.      Gabungan kata
-          Gabungan kata/kata majemuk ditulis secara terpisah (duta besar , meja tulis , simpang lima , rumah sakit , rmh tangga , kambing hitam , rumah makan dll )
-          Gabungan kata/kata majemuk  termasuk istilah khusus yg mungkin menimbulkan salah baca, dpt diberi tanda hubung utk menegaskan pertalian di antara unsur yg bersangkutan ( anak-istri , alat pandang-dengar , kakak-adik , dua-sendi , watt-jam)
-          Gabungan kata yg sdh dianggap sbg satu kata ditulis serangkai (bagaimana , apabila , barangkali , bilamana, bumiputera, daripada, halalbihalal , hulubalang , manakala, matahari , peribahasa , padahal , sendratari )
e.      Kata depan
Kata depan di , ke , dari ,daripada: ditulis secara terpisah dg kata yg mengikutinya                                                     (kecuali dlm gabungan kata yg sdh dianggap sbg satu kata spt : kepada & daripada)

f.        Kata si & sang
Kata si dan sang ditulis terpisah dg kata yg mengikutinya
·         Surat itu dikirim oleh si pengirim ke alamat yg jelas.
·         Monyet itu marah sekali dg sang kancil.

g.       Kata ganti (KLITIK) : ku , mu , kau & nya
proklitik(terletak di awal : kukejar) dan enklitik(terletak di akhir :suamiku)
Ditulis serangkai dg kata yg mengikutinya
·         Apa yg kupunya sudah tidak berarti lagi.
·         Bajuku , bajumu , dan bajunya tersimpan di almari.

h.       Partikel
a.       Lah , kah , tah ditulis serangkai dg kata yg mendahuluinya
·         Marilah kita berdoa bersama-sama
·         Siapakah yg menang dlm pertandingan kemarin
·         Siapatah gerangan dirinya ?

b.      Partikel pun ditulis terpisah dg kata yg mendahuluinya
·         Apa pun yg dimintanya , akan saya berikan
·         Dia pun mengetahui persoalan itu
·         Kapal yg besar pun dapat berlayar di sungai itu.

(kecuali kata :adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kendatipun, maupun, sungguhpun, walaupun, meskipun, sekalipun) ditulis serangkai

c.       Partikel per  bermakna ; mulai , demi , dan tiap ditulis terpisah dari bagian2 yg mendampinginya
·         Harga minyak itu Rp 1000,00 per liter
·         Mereka dipersilakan masuk satu per satu
·         Pegawai negeri akan mendapat kenaikan gaji per agustus 2013

i.         Angka dan lambang bilangan 
-          Dipakai utk  menyatakan lambang bilangan atau nomor (5, 7, I , II  dll )
-          Dipakai utk menyatakan ukuran panjang , berat , isi, satuan wkt dan nilai uang
·         5 meter persegi panjang
·         15 kilogram
·         8 liter minyak
·         Tahun 2013
·         Pukul 14.00
·         Rp. 5.000,00
·         25 pon inggris
·         2000 rupiah
-          Angka dipakai utk menandai nomor jalan rmh, apartemen atau kamar pada alamat.
·         Jalan Majapahit No. 472
·         Hotel Bali , kamar 55
-          Dipakai utk menomori karangan atau bagiannya
·         Bab V , pasal 3, halaman 123
·         Surah Al-Baqarah : 27
-          Penulisan lambang bilangan dg huruf dilakukan sbb :
~ Bilangan utuh :
Angka yg menunjukkan bilangan utuh besar dpt dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca
·         Dia memenangkan hadiah 150 juta dari kuis tebak kata
·         Proyek jalan tol itu memakan biaya Rp 10 triliun


~ Bilangan pecahan :
·         ½ (setengah)
·          ¼ (seperempat)
·           2/3 ( dua pertiga)
·          1% ( satu persen)

-          Penulisan kata bilangan tingkat dpt dilakukan dg cara sbb
Contoh :
·         bab lll
·         Bab ke-3
·         Abad X
·         Abad ke-10
·         Abad kesepuluh
·         Tingkat ll
·         Tingkat ke-2
·          Tingkat kedua

-          Penulisan kata bilangan yg mendpt akhiran an mengikuti cara berikut :
·         Tahun 30-an atau tahun tiga puluhan
·         Uang 2000-an atau uang dua ribuan
·         Tiga uang 1000-an atau tiga uang seribuan

-          Lambang bilangan yg dpt dinyatakan dg 1 atau 2 kata ditulis dg huruf , kecuali jika bbrp lambang bilangan dipakai secara berurutan , seperti dlm perincian dan pemaparan:
·         Ita menonton film itu sampai lima kali.
·         Di antara 100 anggota yg hadir, 75 org memberikan suaranya setuju, 20 suara tdk setuju, dan 5 suara blangko.
·         Kendaraan yg disediakan berjumlah 30 bus, 79 helicak, 115 bemo.

-          Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dg huruf . jika perlu susunan kalimat diubah shg bilangan yg tdk dpt dinyatakan dg 1 atau 2 kata, tdk terdpt lg pd awal  kalimat. Contoh :
·         Dua puluh lima org tewas dlm kecelakaan itu.
Bukan : 25 org tewas dlm kecelakaan itu

-          Angka yg menunjukkan bilangan bulat yg besar dpt dieja sebagian spy lebih mudah dibaca. Contoh :
·         Perusahaan itu baru saja mendpt pinjaman 150 juta rupiah.

-          Kecuali di dlm dokumen resmi , spt akta dan kuitansi , bilangan tdk perlu ditulis dg angka dan huruf sekaligus dlm teks. Contoh :
·         Kantor kami mpy tiga puluh org pegawai.
Bukan : kantor kami mpy 30 (tiga puluh) org pegawai

-          Kalau bilangan dilambangkan dg angka dan huruf , penulisannya hrs tepat. Contoh :
·         Bersama ini kami kirimkan uang sebesar Rp. 1.500,00 (seribu lima ratus rupiah).
·         bersama ini kami kirimkan 1.500 (seribu lima ratus) rupiah.

4.       TANDA BACA
a.       Tanda titik ( . )
-          Dipakai pd akhir kalimat yg bukan pertanyaan atau seruan
-          Dipakai pd akhir singkatan nama org ( Muh. Hakiki – A.M. khoireza dll)
-          dipakai pd akhir singkatan gelar, jabatan , pangkat , dan sapaan.(Ir. – Dr. – Kol. – Sdr. – S.H. – S.E. – Kep. )
-          dipakai pd singkatan kata atau ungkapan yg sdh sangat umum.
Pada singkatan yg terdiri atas 3 huruf atau lebih hanya dipakai 1 tanda titik.
a.n.                            atas nama
dkk.                            Dan kawan-kawan
dsb.                            Dan sebagainya
dll.                              Dan lain-lain
tgl.                              Tanggal
hlm.                            Halaman
-          dipakai utk memisahkan angka jam , menit, dan detik yang menunjukkan waktu
pukul. 4.25.10 (pukul 4 lewat 25 menit 10 detik)
-          dipakai utk memisahkan angka jam , menit dan detik
4.25.10   jam ( 4 jam, 25 menit, 10 detik )
-          TIDAK dipakai utk memisahkan angka ribuan, jutaan , dst. Yg TIDAK menunjukkan jumlah
·         Sartono lahir pada th 1965 di surabaya
·         Pesawat telepon nomor 8660288
-          TIDAK dipakai dlm singkatan yg terdiri dari huruf awal kata / suku kata , atau gabungan keduanya , atau yg terdapat di dlm akronim yg sdh diterima oleh masy.
·          ABRI , DPR , MPR , SMA , UUD , ormas , Sekjen , tilang
-           Tidak dipakai dlm singkatan lambang kimia , satuan ukuran, takaran , timbangan dan mata uang
·         Ca (kalsium)
·         TNT (trinitoula)
·         18 cm
·         10 kg------------------ibu membeli 10 kg beras
·         Rp 100,00 -------------harganya Rp 100,00 trmasuk pajak
-          Tidak dipakai pada akhir judul yg mrp kepala karangan , atau kepala ilustrasi tabel dll
·         Acara Kunjungan Presiden Suharto
·          Layar Terkembang
·         Siti Nurbaya
-          Tidak dipakai di belakang  alamat pengirim dan tanggal surat atau nama dan alamat penerima surat, contoh :
                                                                                         Jalan Agus Salim 87
                                                                                           Surabaya
                                                                                         8 juli 2012
Yth. Sdr. Hakiki
Jalan kedung mundu
Bandung
-          Dipakai di belakang angka atau huruf dlm suatu bagian , ikhtisar, atau daftar.
Contoh: 1.2. Ilustrasi
                       1.2.1 gambar tangan
                       1.2.2 tabel
                       1.2.3 grafik


b.      TANDA KOMA (,)
-          Dipakai di antara unsur-unsur dlm suatu perincian atau pembilangan
Contoh :
·         Budi membeli pena , buku, dan penggaris

-          Dipakai utk memisahkan kalimat setara yg satu dari kalimat setara berikutnya yg didahului kata seperti , tetapi atau melainkan.
Contoh :
·          Pak Budi bukan ayah saya , melainkan ayah Susi
·          Saya ingin datang, tapi  masih hujan

-          Dipakai utk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tsb mendahului induk kalimat.
Contoh :
·         Kalau masih hujan , saya tidak akan dtg.
·         Karena sibuk , ia lupa akan janjinya.

-          Tidak dipakai utk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tsb mengiringi induk kalimat.
Contoh :
·          Saya tdk akan dtg kalau hari hujan
·          Dia mengatakan bahwa hal itu sangat penting
·          Andi tdk naik kls karena tidak rajin belajar

-          Dipakai di belakang ungkapan atau kata penghubung antara kalimat yg terdpt pd awal kalimat.
Termasuk : oleh krn itu , jadi , lagi pula , meskipun , begitu , akan tetapi
Contoh :
·         Oleh krn itu , kita hrs brgkt skrg
·         Jadi , skrg kita hrs rajin belajar

-          Dipakai di belakang kata spt : o , ya , wah , aduh , kasihan , yg terdpt pd awal kalimat. Contoh :
·         O , begitukah caranya ?
·         Wah , bukan main cantiknya !

-          Dipakai utk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dari kalimat
Contoh :
·         Kata ayah , “Saya senang sekali”.

-          Dipakai di antara nama dan alamat , bagian2 alamat, tempat dan tanggal , nama tempat dan wilayah atau negeri yg ditulis berurutan.
Contoh :
·           Bpk. Budi Santoso, Jalan Langsep 2 , Malang.
·          Jakarta, 16 nopember 1977.
·          Surat-surat ini dikirim kepada Dekan Fakultas Hukum, Undip.
·          Jalan Airlangga 4 , Surabaya.

-          Dipakai di antara tempat penerbitan , nama penerbit , dan tahun penerbitan.
Contoh :
·          Tejakusuma , Sudono S.H. , Sudahkah Kita Pandai Berbahasa Indonesia?, Surabaya , Indah , 1987

-          Dipakai utk menceraikan bagian nama yg dibalik susunannya dlm daftar pustaka.
Contoh :
·          Siregar, Merari, Azab Dan Sengsara , Balai Pustaka , Weltervreden , 1920.

-          Dipakai di antara nama org dan gelar akademik yg mengikutinya, utk membedakan dari singkatan nama keluarga atau marga.
Contoh :
·          B. Situmorang, S.H.
·          Ny. Jamilah, M. Sc.

-          Dipakai di depan angkatan persepuluhan dan di antara rupiah dan sen dlm bilangan.
Contoh :
·          12,75 kg
·           Rp 15,50

-          Dipakai utk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi.
Contoh :
·          Guru saya, Pak Bandi, pandai sekali
·          Si Hitam , kambing saya , besar sekali
·          Di daerah kami , misalnya , masih banyak org miskin.

-          Tidak dipakai utk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dlm kalimat apbila petikan langsung tsb berakhir dg tanda tanya atau tanda seru, dan mendahului bagian lain dari kalimat itu.
Contoh :
·          “Kemana kamu akan pergi ?” tanya Bapak.
·           “Larilah dg cpt ! “ perintahnya.

c.       TANDA TITIK KOMA (;)
-          Dipakai utk memisahkan bagian2 kalimat yg sejenis dan setara.
Contoh :
·          Malam semakin larut ; kami blm juga tidur.

-          Dipakai utk memisahkan kalimat yg setara di dlm suatu kalimat majemuk sbg pengganti kata penghubung.
Contoh :
·          Ayah bekerja di Kantor Penerangan ; ibu mengajar di SMA Negeri ; adik belanja di Pasar Bunga ; saya sendiri membersihkan rumput di halaman rumah

d.      TANDA TITIK DUA (:)
-          Dipakai pd akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian
Contoh :
·          Yang kita butuhkan adl: meja, kursi ,bangku, almari, dan papan tulis.

-          Dipakai sesudah ungkapan atau yg memerlukan pemerian.
Contoh :
·          Ketua           : Diana
        Sekretaris    : Sulistiyani
        Bendahara  : Hartono

-          Dipakai dlm teks drama sesudah kata yg menunjukkan pelaku dlm percakapan.
-          Tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu mrpk pelengkap yg mengakhiri pernyataan.
Contoh :
·          Kita sekarang memerlukan kursi , meja , almari, bangku , dan papan tulis

-          Dipakai di antara jilid atau nomor dan halaman , di antara bab dan ayat dlm kitab2 suciatau di antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh :
·          Sarinah : ll (1975), 38 :5
·          Surah Al-Baqarah : 26

e.      TANDA HUBUNG ( - )
-          Utk memperjelas hubungan-hubungan kata
Contoh :
·          Ia memperoleh anak-kuda buntung

-          Utk merangkaikan :
~ Se dg huruf yg berawalan huruf kapital , contoh :
·         Pidato diselenggarakan se-Jateng

~ Ke dg angka (panitia seleksi menerima ke-315 peserta yg mengikuti ujian)
~ Angka dg an (lagu Teluk Bayur populer pd thn 1960-an )
·         Kata gabung yg tdk bisa berdiri sendiri dg kata belakang berhuruf kapital (massa pro-Mega berkampanye)
·         Singkatan yg terdiri atas huruf kapital dg imbuhan atau kata (para mhs pergi ke Pemalang utk ber-KKN selama sebulan.)
·         KTP-nya nomor 2785
·         Sinar-X
·         Hadiah ke-3

-          Utk menyambung unsur2 kata ulang
Contoh : kupu-kupu , anak-anak , bersama-sama dll
-          Utk menghubungkan unsur bhs indonesia(imbuhan) dg unsur2 bhs asing
Contoh : sudah lama mobilku di-charter oleh mereka

f.        TANDA PISAH
-          Utk menyatakan suatu pikiran sampingan atau tambahan
·         Karangan yang lebih populer dapat mendorong orang-orang awam – seperti saya ini – untuk mempergunakan bahasa indonesia dengan cara yang baik

-          Di pakai diantara dua bilangan yang bermakna sampai dengan, sedangkan bila dipakai antara dua tempat/kota bermakna sampai
·         Ia di besarkan di bandung dari tahun 1982 – 1997                                                                                     seminar itu berlangsung dari tanggal 5-12 april

g.       TANDA TANYA
-          Dipakai pd akhir kalimat tanya
-          Dipakai di antara tanda kurung utk menyatakan bagian kalimat yg disangsikan/kurang dibuktikan kebenarannya (Budi dilahirkan thn 1970 (?)

h.      TANDA SERU
-          Dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yg berupa seruan / perintah atau yg menggambarkan kesungguhan , ketdkpercayaan , harapan/doa , atau rasa emosi yg kuat.
Contoh :
·          Alangkah hebatnya permainan itu !
·         Bersikan halaman rmh ini segera , skrg !
·         Merdeka !
·          Semoga Allah meridhoimu !

i.         TANDA KURUNG
-          Utk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan
Contoh :
·          Dia ketua RT (rumah Tangga)

-          Utk mengapit angka atau huruf yg merinci satu seri keterangan
Angka atau huruf itu dpt jg diikuti oleh kurung tutup saja
Contoh :
                                       Pendidikan adl tanggung jwb yg hrs dipikul bersama oleh unsur-unsur :
                 (1)pemerintah                     1) pemerintah
                 (2)masyarakat                      2) masyarakat
                 (3)org tua murid                  3) org tua murid

-           utk mengapit penjelasan yg bukan mrp bagian integral dr pokok pembicaraan
   Contoh :
·         Memang diakui bhw utk dua jenis pelajaran (mnrt kami hrs dikatakan “pengajaran”) ada metode dan sistemnya.

j.        TANDA GARIS MIRING
·         Dipakai dlm penomoran kode surat
Contoh : No. 72 / SK / 1987
·         Dipakai sbg pengganti kata DAN  atau PER(nomor surat)
Contoh : putra/putri
                ~ Mahasiswa/mahasiswi
                 ~ Jalan Kertajana lV /5
                 ~ Harganya Rp 1000,00 / lembar
k.       TANDA PETIK GANDA (“......”)
·         Utk mengapit petikan langsung berasal dari pembicaraan , naskah, atau bahan tertulis lain.
Kedua pasang tanda petik itu ditulis  sama tinggi di sebelah atas baris.
Contoh : “Sudah berangkat?” tanya Sardi.
·         Utk mengapit judul syair , karangan dan bab buku, apabila dipakai dlm kalimat.
Contoh : Bacalah “Ibuku Tersenyum”dlm pelajaran buku bhs ind.
·         Utk mengapit istilah ilmiah yg masih kurang dikenal atau kata yg mpy arti khusus
Contoh : Anton memakai celana panjang yang dikenal dg nama “cutbrai”.
·         Dipakai utk mengapit kata yang bermakna khusus.
Contoh : Karena warna bulunya , kucingku kuberi nama “si putih”.


l.         TANDA ELIPSIS (...)
-          Untuk menyatakan ujaran yang terputus-putus dengan tiba-tiba
·         Ia seharusnya ... seharusnya ... sudah berada disini.
Dipakai untuk menyatakan bahwa dalam suatu kutipan ada bagian yang dihilangkan.
·         Mental menjalankan dalam negara modern ... perlu dibina.

-          Dipakai untuk meminta kepada pembaca mengisi sendiri kelanjutan dari sebuah kalimat.
·         Gajinya kecil, tetapi ia memiliki sebuah mobil luks, rumah yang mewah, malah sebuah bungalow di puncak. Entahlah darimana ia dapat mengumpulkan semua kekayaan itu  ... !

m.    TANDA KURUNG SIKU [ ... ]
-          Dipakai untuk menerangkan sesuatu di luar jalannya teks, atau sisipan keterangan (interpolasi) yang tidak ada hubungan dengan teks.
·         Sementara itu lingkungan pemuda dari kampus ini berhubungan [ maksudnya: berhubungan dengan kenyataan-kenyataan di luar kampusnya ].

-          Mengapit keterangan atau penjelasan bagi suatu kalimat yang sudah ditempatkan dalam tanda kurung.
·         ( hanya menggunakan nada atau kombinasi nada-nada dan apa yang saya sebut persendian atau mengkin kata lain perjedahan  [atau juncture] itu ).

n.      TANDA PETIK TUNGGAL (‘...’)
-          Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun didalam petikan lain.
·         Yanto berkata, “Tiba-tiba saya mendengar suatu suara berseru ‘siapa itu?’” atau Yanto berkata, ‘Tiba-tiba saya mendengarkan suatu suara berseru  “siapa itu?”’
-          Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit terjemahan atau penjelasan sebuah kata atau ungkapan asing.
·         Teriakan-teriakan binatang dan orang primitif oleh WUNDT disebut LAUTGEBARDEN ‘gerak-gerik bunyi’.
o.      TANDA ULANG (...2) (ANGKA 2 BIASA)
-          Tanda ulang dapat dipakai dalam tulisan cepat dan notula untuk menyatakan pengulangan kata dasar.
·         Mata2
·         Marah2
·         Sia2
·         Hari2
·         Hati2

p.      TANDA PENYINGKAT (APOSTROF) (‘)
-          Tanda apostrof menunjukan dalam  menghilangkan bagian kata.
·         Linda, ‘kan kujemput kau (‘kan = akan)
·         Hari ‘lah larut malam (‘lah = telah).




Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Ushul Fiqih dan objek kajiannya

Hukum Pidana di Afrika Selatan

Puisi Aku Bunuh Rasa