Puisi Malam Sepi nan Hening

 

MALAM SEPI NAN HENING

 

Ditemani Kopi Manis Di Tengah Sunyi

Secangkir Kopi Hitam Yang Tak Mampu Berbicara

Waktu Tak Bisa Berhenti

Namun Dia Selalu Berjalan Bagaikan Angin Yang Tertiup Begitu Cepat

Pena Yang Menggoreskan Luka Ini Membekas Tanpa Henti

Apa Yang Kau Harapkan? Hitam Atau Putih

Bahkan Abstrak Se Abstrak Bentuk Ini.

Hai Malam Tanyakan Aku Padanya Apa Yang Kau Inginkan?

Gelapnya Malam Menutup Kehidupan Yang Kejam

Sang Pagi Tak Kunjung Datang Menggantikan Malam.

Bulan Jangan Kau Tertutup

Awan Hitam Cahayamu Redup Terhalang.

Tak Mampukah Aku Mengharapkan Sebuah Harapan

Harapan Yang Penuh Dengan Penantian,

Penantian Yang Begitu Panjang.

Sang Kekasih Aku Selalu Menunggu Dalam Penantian

Bodoh Aku Benar-Benar Bodoh Mengharap Hanya Harapan Kosong.

Secangkir Kopi Telah Kosong Yang Tak Mampu Memenuhi Relung Hati Ini.

Kuterdiam Dan Bungkam Tak Mampu Mengucapkan Sepatah Kata Sekalipun.

Tolong Ucapkan Sepatah Kata Untukku Menjauh.

Sang Tikus Berjalan Menyusuri Jalan Tanpa Arah Tujuan.

Berjalan Dan Berjalan Terus Tanpa Henti Tak Kenal Lelah.

            Namun Apa Yang Didapat Sebuah Penghianatan.

            Sakit Ini Sedalam Samudra Yang Berdarah.

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Ushul Fiqih dan objek kajiannya

Hukum Pidana di Afrika Selatan

Puisi Aku Bunuh Rasa